sunda
tak sengaja diskusi tentang sunda, tiba-tiba khayal ini mendapat sebuah refleksi yang terasa getir ketika harus menyimpulkan sendiri bahwa menjadikan nusantara ini republik bisa merupakan hal yang fatal.
dalam logika, rakyat adalah predikat yang menempel pada manusia dengan pra-syarat segala karakteristik ke-sunda-annya (dewa-sa, dsb), untuk kemudian menghasilkan konsekwensi hadirnya sebuah naga-ra.
jadi republik (dalam hal ini mengembalikan semua pada publik), seperti demokrasi rakyat, adalah SALAH. karena wilayah bukanlah milik publik. hal ini mengingatkan tentang posisi subjek-objek manusia di dunia. secara kasar, republik bisa saja menjadikan manusia-manusia mendapat peran sebagai penguasa alam. dan wilayah sendiri dalam sunda sepertinya merupakan milik manusia yang telah paham, dan dipimpin pula oleh manusia paripurna (dalam hal ini berkaitan dengan ra/matahari sbg simbolisasi keagungan sang hyang).
dengan segala argumentasi mistis tersebut, apa yang sebenarnya mengkhawatirkan? kita tentu harus mengakui tuntutan pengendalian diri yang lebih dan disiplin ada dalam budaya sunda. seberapa penting? mungkin sangat penting, mengingat budaya yang tercipta lebih terukur dan berkelanjutan.
budaya hidup saat ini memang menyenangkan, harus diakui! dan atas semua kemudahan yang terasa, semua tampak masuk akal untuk dijalani.. penemuan-penemuan mungkin akan meng-homogen kehidupan manusia dalam suatu tingkat yang mungkin akan nyaris sempurna, ya mungkin saja. tapi akan lebih mudah dibayangkan tidak mungkin, seperti kita tau kebebasan publik bisa saja disalah gunakan sebagian orang. apakah kebersamaan kita akan dilandasi aturan hidup bersama berupa bebas untuk bersenang-senang. terdengar aneh dan tak terbayangkan apa yang akan terjadi. tapi, ditengah budaya hasrat saat ini, kegilaan hanyalah kata populer yang dipakai dalam omong kosong. kita tidak keberatan pada utopia apapun. mimpi selalu menyenangkan untuk mengobati kenyataan, dan satu-satunya yang dicari hanyalah kesenangan
