gw aga ga setuju... bukan karena baudrillard membantah nietzche, tapi karena hampir sama, dia bilang tuhan telah lenyap tuhan telah menghilang. gw percaya Yang Satu itu berada dimanapun Dia mau, dan kepercayaan itu tak perlu alasan ha..666X
baudrillard bialng begini:
tuhan telah lenyap. ia tidak mati, tapi menghilang
dia menanggapi soal kejahatan-kejahatan yang tidak akan pernah sempurna, karena dunia menutupi lewat penampilannya, ditutupi lewat ketidak beradaan dunia. aku lebih suka menyebutnya sebagai kejahatan yang terdefinisi sebagai kebenaran karena 'ketidak beresan dunia'. Nietzche bicara matinya tuhan dalam tema potensi kreativitas yang ada dalam diri manusia. mungkin karena nietzche hidup sebelum zaman avant-garde (masa tradisi), kehidupan kebangsawanan yang terang-terangan saja sebelum adanya pasar, masyarakat dengan usaha pada transendensi bukan kerelaan pada imanensi.
baudrillard mengungkapkan kejahatan bersembunyi dibalik dunia, dan dunia bersembunyi dibalik ketiadaan, bagaimana mungkin? nyatanya memang kadang terpikir bagaimana fenomena-fenomena hanyalah ketiadaan yang dipaksakan muncul. baudrillard kemudian menyatakan setiap manusia mau tidak mau terlibat dalam 'adegan utama' kejahatan dan melakukan pertobatan yang terus berulang.
tuhan mungkin tidak dianggap kehadirannya dalam keseharian, dalam parodi dilantiknya ilusi sebagai gambaran dan telah ditentukannya ikonisasi. katanya ironi adalah satu-satunya bentuk manusia modern.
lagi-lagi aku suka mengakui tuhan sebagai penerimaan atas suatu kepercayaan yang ditawarkan. dan aku percaya tuhan selalu ada itu saja. dan manusia adalah makhluk yang mungkin dianggap-Nya tidak mampu. dan melihat hal itu, saya melihat sangat banyak manusia tak mau mengakuinya. tuhan memang sangat terkesan ditiadakan, ketuhanan dalam kejahatan yang tidak sempurna.
jika kata perasaan itu dapat mewakili, manusia memang makhluk yang tidak konsisten pada karakteristik yang dibebankannya. manusia cengeng mengalah pada pencapaian pikirannya. inilah yang aku sebut sebagai ketidakmampuan. manusia perlu ketuhanan, sayangnya peradaban dengan pengagungan agama hadir bersamaan praktek disingkirkannya Tuhan.
