...
gw lupa berancana nulis apa,
bab II, bab III, males bikinnya, lusa kerjaan harus 50%, gw blm ngapa2in. biasalah..
« March 2008 | Main | May 2008 »
gw lupa berancana nulis apa,
bab II, bab III, males bikinnya, lusa kerjaan harus 50%, gw blm ngapa2in. biasalah..
SELAMAT PAGI, INDONESIA
Sapardi Djoko Damono (1964)
Selamat pagi, Indonesia; seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil buatmu.
Aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu
dalam kerja yang sederhana.
Bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar,
dan tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
Selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,
di mata para perempuan yang sabar,
di telapak tangan para pekerja jalanan;
kami telah diam-diam bersahabat dengan kenyataan
untuk diam-diam mencintaimu.
Pada suatu hari nanti tentu kukerjakan sesuatu
agar kau tak sia-sia melahirkanku.
Seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam padamu;
kubayangkan sehelai bendera berkibar
di sayapnya,
aku pun pergi bekerja, menaklukkan kejemuan,
merubuhkan kesangsian,
dan menyusun batu demi batu ketabahan, benteng kemerdekaanmu.
Pada setiap matahari terbit, hai anak zaman yang megah,
biarkan aku memandang ke timur untuk membayangkanmu:
Wajah-wajah anak-anak sekolah berkilat,
para perempuan menyalakan api,
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat, dan pura-pura.
Selamat pagi, Indonesia; seekor burung kecil
memberi salam kepada si anak kecil;
terasa benar: aku tak lain milikmu.
seorang temen memberikan uraian:
"..., saat ini, Cewe pada umumnya memposisikan diri sebagai pelengkap, mereka berdandan selalu menghibur ketika hadir ditengah-tengah kita.
mereka tampak lucu sekaligus menyenangkan, dan atas segala yang ada padanya mereka selalu bersemangat dan mampu beradaptasi. dan cowo memang selalu berorientasi padanya, cewe mungkin telah berhasil dalam misinya: untuk dipuja.
harus diakui, dengn kehadirannya, semua bertambah sempurna. tapi yang terasa memang seperti itu, cewe-cewe manis itu bisa dibayangkan tak ada. manisnya rapuh, dan kadang membosankan sekaligus menyakitkan. soal ini nietzche menyinggungnya: pria tidak suka buah yang terlalu manis, karenanya pria suka wanita, semanis apapun wanita tetap ada terasa pahit.
wanita dalam masalah akan sangat mengganggu, tapi dalam kegembiraannya ia akan sangat menghibur. dalam kebersamaan yang tenang mereka membuatnya sempurna.
dalam kebersamaan yang krisis, mereka pasti cengeng. mereka takut untuk solusi apapun, hanya seperti tanpa solusi. dalam krisis mereka menawarkan hiburan. dan kita segera mebutuhkan mereka menyambut kemenangan. mereka memang membuai, dan itu terasa menyenangkan. ..."
gw pikir tak seserius itu, dan tak selalu..
membosankan!
ya... gw benci badut, terlebih lagi badut yang ngelunjak..
badut seharusnya menghibur, gw akan suka itu, sayangnya... andai saja!
"If my doctor says I shouldn't smoke, I'll fire him. Really, why take away something so joyous in life,"
“It is really surprising sometimes how a prohibition seems to exist solely in order to be violated. And when I disobeyed I felt that what I did was pleasurable. For children such as I at that time - oh, how many prohibitions and restrictions were heaped on our heads! Yes, it was as though the whole world was watching us, bent forbidding whatever we did and what ever we wanted. Inevitably we children felt that this world was really intended only for adults.”
“That eternally harassing, tantalizing future. Mystery! We will all eventually arrive there - willing or unwilling, with all our soul and body. And too often it proves to be a great despot. And so, in the end, I arrived too. Whether the future is a kind or a cruel god is, of course, its own affair. Humanity too often claps with just one hand.”
“Scientific knowledge brought into being ever more wonders. The legends of my ancestors were shamed into silence. No longer did one have to meditate for years to be able to speak with someone across the sea. Some Germans had stretched a sea-cable from England to India! And wires of this sort were proliferating from here to there all across the face of the earth. Now the whole world could observe the actions of a single person. And one could watch the activity of the whole world.”
”Di Amerika, setiap orang diperlukan sekolah di universitas, meskipun
sekolah teknologi hamburger”. Clive James (pelukis Australia, 1939-…)
“Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.” Mark
Twain.
“seseorang terlahir dalam ketidaktahuan bukannya bodoh, mereka dibuat bodoh
oleh sekolah”. Bertrand Russell.
“Pendidikan adalah sesuatu yang kemudian tersisa ketika seseorang melupakan
semua yang dipelajari di sekolah”. Albert
Einstein (1879-1955).
Sekolah adalah agen iklan yang membuat kita percaya seperti inilah hidup
seharusnya. Ivan Illich (dalam "Deschooling Society").
“Pendidikan adalah proses kehidupan bukan
menyiapkan masa depan”. John Dewey (1859-1952)
Tujuan pendidikan bukanlah pengetahuan faktual, tapi nilai. Dean William R. Inge (1860-1954)